Entri yang Diunggulkan

KUJANG (disambiguasi)

Kujang  adalah sebuah  senjata  unik dari daerah  Jawa Barat . Kujang mulai dibuat sekitar  abad ke-8  atau  ke-9 , terbuat dari  besi ,...

Kamis, 03 Januari 2013

KUJANG (disambiguasi)


Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9, terbuat dari besi, baja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram.
Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata.
Menurut Sanghyang siksakanda ng karesian pupuh XVII, kujang adalah senjata kaum petani dan memiliki akar pada budaya pertanian masyarakat Sunda.

Deskripsi

Kujang dikenal sebagai benda tradisional masyarakat Jawa Barat (Sunda) yang memiliki nilai sakral serta mempunyai kekuatan magis. Beberapa peneliti[siapa?]menyatakan bahwa istilah "kujang" berasal dari kata kudihyang (kudi dan Hyang. Kujang (juga) berasal dari kata Ujang, yang berarti manusia atau manusa. Manusia yang sakti sebagaimana Prabu Siliwangi.
Kudi diambil dari bahasa Sunda Kuno yang artinya senjata yang mempunyai kekuatan gaib sakti, sebagai jimat, sebagai penolak bala, misalnya untuk menghalau musuh atau menghindari bahaya/penyakit[rujukan?]. Senjata ini juga disimpan sebagai pusaka, yang digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya dengan meletakkannya di dalam sebuah peti atau tempat tertentu di dalam rumah atau dengan meletakkannya di atas tempat tidur (Hazeu, 1904 : 405-406). Sementara itu, Hyang dapat disejajarkan dengan pengertian Dewa dalam beberapa mitologi, namun bagi masyarakat Sunda Hyang mempunyai arti dan kedudukan di atas Dewa, hal ini tercermin di dalam ajaran “Dasa Prebakti” yang tercermin dalam naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian disebutkan “Dewa bakti di Hyang”.
Secara umum, Kujang mempunyai pengertian sebagai pusaka yang mempunyai kekuatan tertentu yang berasal dari para dewa (=Hyang), dan sebagai sebuah senjata, sejak dahulu hingga saat ini Kujang menempati satu posisi yang sangat khusus di kalangan masyarakat Jawa Barat (Sunda). Sebagai lambang atau simbol dengan niali-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, Kujang dipakai sebagai salah satu estetika dalam beberapa lambang organisasi serta pemerintahan. Disamping itu, Kujang pun dipakai pula sebagai sebuah nama dari berbagai organisasi, kesatuan dan tentunya dipakai pula oleh Pemda Propinsi Jawa Barat.
Di masa lalu Kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Sunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Pernyataan ini tertera dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1518 M) maupun tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah diantaranya di daerah Rancah, Ciamis. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujang sebagai peralatan berladang masih dapat kita saksikan hingga saat ini pada masyarakat Baduy, Banten dan Pancer Pangawinan di Sukabumi.
"Segala macam hasil tempaan, ada tiga macam yang berbeda. Senjata sang prabu ialah: pedang, abet (pecut), pamuk, golok, peso teundeut, keris. Raksasa yang dijadikan dewanya, karena digunakan untuk membunuh. Senjata orang tani ialah:kujang, baliung, patik, kored, pisau sadap. Detya yang dijadikan dewanya, karena digunakan untuk mengambil apa yang dapat dikecap dan diminum. Senjata sang pendeta ialah: kala katri, peso raut, peso dongdang, pangot, pakisi. Danawa yang dijadikan dewanya, karena digunakan untuk mengerat segala sesuatu, Itulah ketiga jenis senjata yang berbeda pada sang prebu, pada petani, pada pendeta. Demikianlah bila kita ingin tahu semuanya, tanyalah pandai besi."
Dengan perkembangan kemajuan, teknologi, budaya, sosial dan ekonomi masyarakat Sunda, Kujang pun mengalami perkembangan dan pergeseran bentuk, fungsi dan makna. Dari sebuah peralatan pertanian, kujang berkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dan cenderung menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sakral. Wujud baru kujang tersebut seperti yang kita kenal saat ini diperkirakan lahir antara abad 9 sampai abad 12.

[sunting]Bagian-bagian Kujang

Karakteristik sebuah kujang memiliki sisi tajaman dan nama bagian, antara lain : papatuk/congo (ujung kujang yang menyerupai panah), eluk/silih (lekukan pada bagian punggung), tadah (lengkungan menonjol pada bagian perut) dan mata (lubang kecil yang ditutupi logam emas dan perak). Selain bentuk karakteristik bahan kujang sangat unik cenderung tipis, bahannya bersifat kering, berpori dan banyak mengandung unsur logam alam.
Dalam Pantun Bogor sebagaimana dituturkan oleh Anis Djatisunda (996-2000), kujang memiliki beragam fungsi dan bentuk. Berdasarkan fungsi, kujang terbagi empat antara lain : Kujang Pusaka (lambang keagungan dan pelindungan keselamatan), Kujang Pakarang (untuk berperang), Kujang Pangarak (sebagai alat upacara) dan Kujang Pamangkas (sebagai alat berladang). Sedangkan berdasarkan bentuk bilah ada yang disebut Kujang Jago (menyerupai bentuk ayam jantan), Kujang Ciung (menyerupai burung ciung), Kujang Kuntul (menyerupai burung kuntul/bango), Kujang Badak (menyerupai badak), Kujang Naga (menyerupai binatang mitologi naga) dan Kujang Bangkong (menyerupai katak). Disamping itu terdapat pula tipologi bilah kujang berbentuk wayang kulit dengan tokoh wanita sebagai simbol kesuburan.

[sunting]Mitologi

Menurut orang tua ada yang memberikan falsafah yang sangat luhur terhadap Kujang sebagai;
Ku-Jang-ji rek neruskeun padamelan sepuh karuhun urang
Janji untuk meneruskan perjuangan sepuh karuhun urang/ nenek moyang yaitu menegakan cara-ciri manusa dan cara ciri bangsa. Apa itu?

[sunting]Cara-ciri Manusia ada 5

  1. Welas Asih (Cinta Kasih),
  2. Tatakrama (Etika Berprilaku),
  3. Undak Usuk (Etika Berbahasa),
  4. Budi Daya Budi Basa,
  5. Wiwaha Yuda Na Raga ("Ngaji Badan".

[sunting]Cara-ciri Bangsa ada 5

  1. Rupa,
  2. Basa,
  3. Adat,
  4. Aksara,
  5. Kebudayaan
Sebetulnya masih banyak falsafah yang tersirat dari Kujang yang bukan sekedar senjata untuk menaklukan musuh pada saat perang ataupun hanya sekedar digunakan sebagai alat bantu lainnya.

[sunting]Sejarah Bentuk Kujang

Nilai Kujang sebagai sebuah jimat atau azimat, pertama kali muncul dalam sejarah Kerajaan Padjadjaran Makukuhan dan Panjalu. Tepatnya pada masa pemerintahan Prabu Kudo Lalean(disebut juga Prabu Kuda Lelean di tanah Sunda dan Kerajaan Panjalu Ciamis). Prabu Kuda Lelean / Kudo lalean juga dikenal sebagai Hyang Bunisora dan Batara Guru di Jampang karena menjadi seorang petapa atau resi yang mumpuni di Jampang (Sukabumi).
Sejak itu, Kujang secara berangsur-angsur dipergunakan para raja dan bangsawan Kerajaan itu sebagai lambang kewibawaan dan kesaktian. Suatu ketika, Prabu Kudo Lalean tengah melakukan tapa brata di suatu tempat. Tiba-tiba sang prabu mendapat ilham untuk mendesain ulang bentuk Kujang, yang selama ini dipergunakan sebagai alat pertanian.
Anehnya, desain terbaru yang ada di benak sang Prabu, bentuknya mirip dengan Pulau “Djawa Dwipa”, yang dikenal sebagai Pulau Jawa pada masa kini. Nah, setelah mendapat ilham itu, segera prabu Kudo Lalean menugaskan Mpu Windu Supo, seorang pandai besi dari keluarga kerajaan. Ia diminta membuat mata pisau seperti yang ada di dalam pikiran sang Prabu. Mulanya, Mpu Windu Supo gusar soal bentuk senjata yang mesti dibuatnya. Maka sebelum melakukan pekerjaan, Mpu Windu Supo melakukan meditasi, meneropong alam pikiran sang prabu. Akhirnya didapatlah sebuah bayangan tetang purwa rupa (prototype) senjata seperti yang ada dalam pikiran Kudo Lalean.
Setelah meditasinya usai, Mpu Windu Supo memulai pekerjaannya. Dengan sentuhan-sentuhan magis yang diperkaya nilai-nilai filosofi spiritual, maka jadilah sebuah senjata yang memiliki kekuatan tinggi. Inilah sebuah Kujang yang bentuknya unik, dan menjadi sebuah objek bertenaga gaib. Senjata ini memiliki 2 buah karakteristik yang mencolok. Bentuknya menyerupai Pulau Jawa dan terdapat 3 lubang di suatu tempat pada mata pisaunya. Inilah sebuah senjata yang pada generasi mendatang selalu berasosiasi dengan Kerajaan Padjadjaran Makukuhan.
Bentuk Pulau Jawa sendiri merupakan filosofi dari cita-cita sang Prabu, untuk menyatukan kerajaan-kerajaan kecil tanah Jawa menjadi satu kerajaan yang dikepalai Raja Padjadjaran Makukuhan. Sementara tiga lubang pada pisaunya melambangkan Trimurti, atau tiga aspek Ketuhanan dari agama Hindu, yang juga ditaati oleh Kudo Lalea. Tiga aspek Ketuhanan menunjuk kepada Brahma, Vishnu, dan Shiva. Trinitas Hindu (Trimurti) juga diwakili 3 kerajaan utama pada masa itu. Kerajaan-kerajaan itu antara lain Pengging Wiraradya, yang berlokasi di bagian Timur Jawa; Kerajaan Kambang Putih, yang berlokasi di bagian Utara Jawa, dan Kerajaan Padjadjaran Makukuhan, berlokasi di Barat.
Bentuk Kujang berkembang lebih jauh pada generasi mendatang. Model-model yang berbeda bermunculan. Ketika pengaruh Islam tumbuh di masyarakat, Kujang telah mengalami reka bentuk menyerupai huruf Arab “Syin”. Ini merupakan upaya dari wilayah Pasundan, yakni Prabu Kian Santang(Dikenal juga dengan Nama Prabu Borosngora ,dan Bunisora Suradipati dari kerajaan panjalu), yang berkeinginan meng-Islamkan rakyat Pasundan. Akhirnya filosofi Kujang yang bernuansa Hindu dan agama dari kultur yang lampau, direka ulang sesuai dengan filosofi ajaran Islam. Syin sendiri adalah huruf pertama dalam sajak (kalimat) syahadat dimana stiap manusia bersaksi akan Tuhan yang Esa dan Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya. Dengan mengucap kalimat syahadat dan niat di dalam hati inilah, maka setiap manusia secara otomatis masuk Islam.
Manifestasi nilai Islam dalam senjata Kujang adalah memperluas area mata pisau yang menyesuaikan diri dengan bentuk dari huruf Syin. Kujang model terbaru seharusnya dapat mengingatkan si pemiliknya dengan kesetiannya kepada Islam dan ajarannya. Lima lubang pada Kujang telah menggantikan makna Trimurti. Kelima lubang ini melambangkan 5 tiang dalam Islam (rukun Islam). Sejak itulah model Kujang menggambarkan paduan dua gaya yang didesain Prabu Kudo Lalean dan Prabu Kian Santang. Namun wibawa Kujang sebagai senjata pusaka yang penuh “kekuatan lain” dan bisa memberi kekuatan tertentu bagi pemiliknya, tetap melekat.
Dalam perkembangannya, senjata Kujang tak lagi dipakai para raja dan kaum bangsawan. Masyarakat awam pun kerap menggunakan Kujang sama seperti para Raja dan bangsawan. Di dalam masyarakat Sunda, Kujang kerap terlihat dipajang sebagai mendekorasi rumah.
Konon ada semacam keyakinan yang berkait dengan keberuntungan, perlindungan, kehormatan, kewibawaan dan lainnya. Namun, ada satu hal yang tak boleh dilakukan. Yakni memajang Kujang secara berpasangan di dinding dengan mata pisau yang tajam sebelah dalam saling berhadapan. Ini merupakan tabuatau larangan. Selain itu, tidak boleh seorangpun mengambil fotonya sedang berdiri diantara 2 Kujang dalam posisi tersebut. Kabarnya, ini akan menyebabkan kematian terhadap orang tersebut dalam waktu 1 tahun, tidak lebih tapi bisa kurang.

Rabu, 19 Desember 2012

Pangandaran resmi jadi Kabupaten.

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS – Provinsi Jawa Barat akan memiliki kabupaten baru yaitu Kabupaten Pangandaran. Pengesahan  dilakukan pada Kamis (25/10).

Pangandaran akan lepas dari Kabupaten Ciamis setelah DPR RI melakukan rapat paripurna pengesahan daerah otonomi baru (DOB). Dengan demikian, Kabupaten Pangandaran akan menjadi kabupaten ke-18 di Jawa Barat.

Ketua Komisi II DPR RI Agun Gunanjar Sudarsa mengatakan, pengesahan Kabupaten Pangandaran menjadi daerah otomi bersamaan dengan empat DOB lainnya yaitu Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Pesisir Barat (Lampung), Kabupaten Manokwari Selatan (Papua Barat), dan Kabupaten Pegunungan Arfak (Paupa Barat). Semua daerah otonomi baru itu juga akan disahkan di hari yang sama

“Semua fraksi menyetujui dalam rapat kerja komisi II DPR RI,” ujarnya saat dihubungi Republika, Selasa (23/10).

Agun mengungkapkan, proses pemekaran Pangandaran dari Kabupaten Ciamis memang membutuhkan waktu kajian cukup lama. Usulan yang masuk untuk pemekaran Kabupaten Pangandaran dilakukan sejak periode 2004-2009. 

Agun menambahkan, pemekaran yang dilakukan di empat kabupaten dan satu provinsi tersebut dilakukan untuk mempermudah pelayanan publik dan pemerataan pembangunan. 

Pasalnya saat ini rentang kendali cukup jauh, sehingga akses publik terhadap pelayanan pemerintahan menjadi sulit. 

“Semoga dengan pemekaran ini akan memberikan dampak yang lebih baik terhadap pelayanan pbulik dan pemerataan pembangunan, termasuk Kabupaten Pangandaran,” paparnya.

Kamis, 08 Desember 2011

Hajat laut 2011

Seperti biasa masyarakat Bagolo Khususnya, para nelayan umumnya. hampir setiap tahun suka di adakan syukuran nelayan, yang di hadiri oleh semua para nelayan yang ada di wilayah pesisir Pantai Karapyak dan sekitarnya. Tidak lupa juga pada hari ini tanggal 08 Desember 2011, di desa Bagolo sedang diadakan ritual tahunan yang disebut istilah hajat laut atau Syukuran nelayan.

Jumat, 02 September 2011

Pintu Wisata Pantai Karapyak

Jika kita mau mamasuki wisata Pantai Karapyak, kita dihadapkan oleh pintu wisata yaitu pintu restribusi atau tanda masuk ke obyek wisata tersebut. Harga ticket sangat murah dan bisa terjangkau oleh semua kalangan.

Kamis, 01 September 2011

Sunset & Sunrise

Keindahan alam/pantai, rasanya belum lengkap jika kita tidak melihat matahari terbit dari ufuk timur {sunrise}, atau tidak bisa melihat matahari terbenam di ufuk barat {sunset} nah bagi pengunjung wisata pantai Karapyak khususnya, kita bisa melihat pemandangan tersebut.

Rabu, 31 Agustus 2011

Pantai Karapyak Bagolo Kalipucang.



Sebelumnya kami mengucapkan Selamat Hari raya Idul fitri 1 Syawal 1432 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Alhamdullilah tidak terasa kita sudah tiba kembali pada hari raya..Tapi alangkah lebih indahnya jika pada kesempatan liburan hari raya ini, selain berkunjung silaturahmi ke keluarga, rasanya tidak lengkap jika tidak mampir berkunjung ke wisata pantai Karapyak yang indah, masih asri pokoknya...aku tak perli banyak komentar tentang Pantai Karpayak, tapi jika teman teman menyempatkan diri berkunjung ke pantai tersebut rasanya tak akan pernah lupa deh..pasti terus di kenang sepanjang masa..........

Kamis, 03 Februari 2011

"BEKAM"

"Bekam" adalah system pengobatan dengan jalan membuang darah kotor {dari permukaan kulit} dengan cara di sedot memakai alat bekam, Istilah bekam adalah dari bahasa arab yaitu "AL HIJAMAH" yang berarti pelepasan darah kotor. Dalam bahasa inggris disebut "cupping", dalam bahasa melayu disebut Bekam. biasanya badan yang bisa di bekam yaitu badan bagian belakang dari bawah kepala sampai badan belakang bagian bawah diatas pinggang. Daerah2 itu sangat baik untuk di bekam supaya peredaran darah yang ada di badan kita bisa lancar. Penyakit apa saja sih yang dapat di sembuhkan oleh Bekam atau Cupping? lihat penjelasannya disini.

Apa itu Habbatussauda?

Nama Habbatussauda memang nama yang sangat asing bagi kami, namun setelah di lihat lihat ternyata Habbatussauda itu salah satu obat yang sangat di anjurkan untuk berbagai macam pengobatan untuk berbagai macam penyakit. Ini salah satu terobosan baik bagi kami untuk lebih jelasnya lihat disini

Rabu, 12 Januari 2011

Hajat laut [ suyukuran nelayan ] Desa bagolo kec kalipucang Ciamis.

Seperti biasa setiap setahun sekali, dimana mana suka diadakan istilah ulang tahun atau peringatan peringatan. Nah tepatnya tgl 12 Januari hari Rabu di desa bagolo kec kalipucang ciamis telah dilaksanakan Hajat laut atau Syukuran nelayan, perlu kita tahu bahwa ketua RN [rukun nelayan] desa bagolo adalah bapak Aris yang baru menjabat sebagai ketua, dari tahun sekarang menggantikan ketua yang lama. Tujuannya adalah memohon kepada yang kuasa agar para nelayan dan semua yang suka mencari nafkah dari kekayaan laut, agar diberi keselamatan dan di limpahkan hasil yang lebih banyak. aku sih setuju setuju saja, asal jangan sampai menduakan tuhan........dan jangan sampai lupa kepada tuhan. Kebetulan hajat laut [syukuran nelayan] telah dihadiri oleh warga masyarakat desa Bagolo khususnya para nelayan yang berada di seluruh wilayah Ciamis selatan, beserta masyarakat sekitarnya, dan dari luar desa bagolo juga banyak yang hadir sengaja ingin melihat bagaimana acara berlangsungnya hajat laut [syukuran nelayan] tersebut dilaksanakan sehingga yang hadir kurang lebih sebanyak ada 500- 1000 orang. Yang lebih menarik lagi acara tersebut telah dihadiri oleh unsur pemerintah dari kabupaten Ciamis, selain dari desa desa yang berada di kec. Kalipucang dari tingkat atas hingga ke tingka paling bawah telah hadir semua. Apalagi dari kepala HNSI kab. ciamis, juga hadir, Selain dari aparat & unsur pemerintah, hadir pula dari LIONS club indonesia district 307 B, yang di pimpin oleh bapak "pelik" maaf kalau salah nulis,beserta rombongannya, mereka sengaja datang untuk menyerahkan bantuan secara langsung 130 pasang pelampung badan, dan 130 set jaring untuk para nelayan yang berada di desa Bagolo, yang pernah terkena dampak tsunami dua tahun dulu, bahkan sebenarnya dari LION club indonesia district 307 B tersebut dua tahun kebelakang telah memberikan 60 bangunan relokasi dampak tsunami di desa bagolo yang sekarang alhamdulilah masih tetap dihuni sampai sekarang. acara hajat laut di ahiri dengan tabur bunga di pinggir pantai dan dilanjut dengan hiburan organ tunggal dari putra pinggan "Plag star entertainment. sementara info dari kami sampai disini dulu....cape.....buanget

Minggu, 02 Januari 2011

Tahun baru 2011 di Pantai Karapyak

Hari ini tepat hari ke dua di bulan pertama tahun 2011, tepatnya Tgl 02 Januari 2010. masih tetap kami berada di Pantai Karapyak yang makin hari semakin penuh dengan para pengunjung dari luar, yang sengaja untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan pantai Karapyak, serta pemandangan Pulau Nusakambangan sebagai saksi bisu tempat para narapidana di jebloskan di penjara sana. aw....malah ceritra masalah napi segala. Yang pasti jangan salah berkunjung di liburan seperti sekarang ini. Ke Pantai Karapyak yang masih alami, dengan restribusi yang sangat terjangkau oleh isi saku kita.

Kamis, 09 September 2010

Zakat Fitrah.

Seorang muslim yang mampu dalam ekonomi wajib membayar sebagian harta yang dimiliki lepada orang orang yang berhak menerimanya baik melalui panitia zakat maupun didistribusikan secara langsung/sendiri. Hukum Zakat adalah wajib bila mampu secara finansial dan telah mencapi batas minimal bayar zakat atau yang disebut nisab.
Begini cara menghitung Zakat anda : A. Rumus perhitungan zakat fitrah.Zakat fitrah perorang = 3.5 x harga beras di pasaran perliter.
Contoh : Harga beras layak konsumsi di pasar rata rata harganya rp. 10.000,- maka Zakat fitrah yang harus dibayar setiap orang mampu sebesar Rp. 35.000,-
B. Rumus perhitungan zakat propesi/pekerjaan. Zakat propesi = 2,5% x (penghasilan total - pembayaran hutang atau cicilan). Menghitung nisab zakat propesi = 520 x harga beras pasaran per kg.
Contoh perhitungan dalam zakat propesi :
Jika bang Bagus mempunyai gaji 2 juta perbulan dan penghasilan tambahan dari kios jualan pulsa dan perdana sebesar 8 juta perbulan maka total penghasilan bang Bagus sebesar 10 juta perbulan.  Bang bagus membayar cicilan kredit apartemen tidak bersubsidi pemerintah sebesar 5 juta perbulan.
Harga beras sekilo yang layak konsumsi yaitu sekitar Rp. 8000.- perkilogram, sehinga nisab zakatnya adalah sebesar Rp. 4.160.000,-. Karena bang Bagus penghasilan bersihnya 5 juta dan ada diatas nisab. Maka bang Bagus harus bayar zakat propesi sebesar Rp. 5 juta x 2,5% = Rp. 125.000,- di bulan itu. untuk bulan selanjutnya dihitung kembali sesuai situasi dan kondisi yang ada.

Rabu, 08 September 2010

Bedug

Dug...dulugdugdag..dulugdugdag.....sora bedug di tabeuh. Bedug geus pada terang, sabangsaning dog dog, ngan ari bedug mah ukuranana leuwih gede. di teundeuna di tajug atawa di masigit.sok di pake ngiberan waktu sholat,ngabejaan datangna bulan puasa, atawa ditabeuh sapeupeuting dina maleman lebaran...Baheulamah bedug teh ayana di kota wungkul, atawa di kawadanan. da di pilemburan mah can aya masigit. atuh nu nakolna ge teu  sagawayah, aya tukangna nu di sebut marebot tea.Kadieunakeun saprak aya speker/toa, bedug teh langka di pake, pang pangna di kota. paling ramena teh paling mun malem lebaran, dipake mirig takbiran, komo apan ayeunamah henteu sakur masjid bogaeun bedug, bedug teh kosi deukeut jeung hirup kumbuh balarea sahenteuna dipake keur nuduhkeun waktu. Angot dina bulan puasa mah apan sok nu di tungguan teh bedug magrib. Aya deui istilah "Ngabedug" buburuh nu waktuna ngan nepi ka wanci lohor.Ari paribasa "ngomong sabedug sakali" sok dipake jang ngagambarkeun jalma nu carang takol, langka nyarita deui. "Jauh kabedug angang ka dulag" sebutan keur jalama nu urang kampung nu dianggap euweuh kanyaho. Daripada mikiran soal bedug mending piknik wae ka Pantai Karapyak.........

Minggu, 05 September 2010

WANA WISATA KARANG NINI

Selain wisata pantai Karapyak, kami juga menyuguhkan WANA WISATA KARANG NINI. wana wisata Karang nini terletak pada ketinggian antara 0 - 25 m dpl, konfigurasi lapangan umumnya bergelombang. Kawasan ini mempunyai curah hujan 3.585 mm/tahun dengan suhu udara 22 - 35 0 C.

Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan piknik, panorama laut lepas, pulau Pananjung Pangandaran, pulau Nusakambangan, lintas alam dan memancing.

Sejarah Kawasan
Konon pada jaman dahulu kala di sebuah kampung yang bernama desa Emplak, Tinggalah sepasang kakek nenek, yang bernama Ambu Kolot dan Arga Piara. kegemaran si aki adalah memancing ikan di laut.Seperti biasanya pada suatu harisi aki berangkat memancing, sementara si Nini menunggu di rumah. Hari siang sudah mengganti malam, tapi si aki belum juga pulang, hal ini si Nini menjadi gusar takut terjadi sesuatu pada si Aki. Ditelusurinya sepanjang pesisir pantai, serta memanggil mangil si Aki di antara sela sela deburan ombak. Namun malang sampai hari malam berganti siang, begitu pula siang digantikan lagi malam, si Aki belum juga pulang. Para penduduk sibuk membantu mencari keberadaan si Aki. namun para penduduk sudah putus asa sehingga mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing, Dan tinggalah di situ si Nini sendiri di tepi pantai..............

Dengan kesaktian si Nini di waktu itu, ia memohon pada sang Ratu Laut Kidul agar dia bisa di pertemukan dengan si Aki walaupun bagaimana keadaanya. Tidak berapa lama kemudian menjelmalah di hadapan si Nini sebuah batu karang yang sangat besar, dan dalam keadaan mengambang, itu sebagai perwujudan dari jasad si aki. Saat ini batu tersebut masih berdiri dan dinamakan BALEKAMBANG. Konon kabarnya kalau kita berdiri di atas batu tersebut terasa seolah olah bergoyang.....

Dengan di dorong oleh rasa cinta dan kasih si Nini pada si Aki, ia bersemedi kembali memohon pada Nyi Roro Kidul agar dirinya di jelmakan seperti si aki. Si Nini pun akhirnya menjelma menjadi batu karang menghadap ke arah Balekambang......Kisah kedua insan itu sampi kini masih kokoh terabadikan melalui dua batu karang yang berhadapan, yaitu KARANG NINI DAN BALEKAMBANG. Selamat berkunjung.......

Jumat, 03 September 2010

Mudik lebaran

Hati hati jika kita mau pulang mudik di hari raya sekarang ini, sebab banyak sekali jalan jalan yang rawan untuk terjadi kecelakaan.Berdasarkan evaluasi selama Lebaran 2009 terjadi 287 kecelakaan. Dari jumlah tersebut, terdapat 76 korban meninggal, 67 luka berat, dan 384 luka ringan. Nah kira kira pada tahun sekarang ini bisa ngga ya di minimalisir supaya tidak terjadi keceakaan. Terutama bagi pengguna roda dua alias motor, mohon jangan terlalu banyak membawa barang, sehingga kita tidak merasa nyaman selama menmpuh perjalanan. Apalagi seluruh keluarga di bawa semua dari istri, anak, terus barang barang, kadang kadang ada barang yang tak perlu kita bawa, tapi ternyata di bawa, sehingga sangat sangat dekat untuk terjadinya kecelakaan.Untuk sementara tips kami hanya sedikit tapi pasti. dan jangan lupa kunjungi wisata pantai Karapyak yang berada di Kabupaten Ciamis selatan.

Selasa, 31 Agustus 2010

Lokasi wisata pantai Karapyak


Pantai Karapyak adalah salah satu lokasi pesisir pantai selatan yang berada di Kabupaten Ciamis selatan, yang berbatasan dengan wilayah provinsi Jawa Tengah. Ini adalah salah satu obyek wisata yang terhitung msih perawan dan asri. apa sebabnya aku mengatakan hal seperti itu, karena tempat itu sangat sejuk, angin semilir dari tengah laut sana, di pinggiran pantai tersebut masih banyak pohon pohon yang rindang. Cocok sekali buat kita dan sekeluarga beristirahat dengan santaiiiiiiiiiiiii................. Teman teman perlu kita ketahui bahwa wisata pantai karapyak itu berada di Desa Bagolo kecamatan Kalipucang, kurang lebih 7 KM dari desa Emplak. 5 menitan dah sampe kalau pake kendaraan roda dua mah...pasti.nah diatas ada gambarnya yaaaaa.......

Kamis, 12 Agustus 2010

MEMPERCEPAT TAMPILAN WINDOWS..

Jika komputer kita ingin cepat loadingnya, dan cepat tampil,....coba deh ada sedikit tips: barangkali kepake.
1.klik kanan pada ikon MY KOMPPUTER, kemudian pilih PROPERTIES, jangan yang lain....
2. Pilih tab ADVANCE, dan klik SETTING pada kolom PERPORMANCE hingga mucul kotak PERPORMANCE OPTION.3. Pada tab VISUAL EFFECT, pilih ADJUST TO BEST PERPORMANCE.
4. Kemudian klik OK. cobaaadeeee.......hhhhhh

Rabu, 11 Agustus 2010

Puasa hari pertama

munggahan di pesisir pantai karapyak
alhamdullilah setahun lamanya kita menanti datangnya bulan puasa atau saum, ahirnya sampai juga. Setelah satu hari sebelum datang hari pertama bulan ramadhan atau puasa atau saum, banyak sekali orang orang yang melaksanakan munggahan. (istilah orang sunda). ada yang ke tempat tempat wisata. diantaranya banyak sekali yang datang ke pesisir pantai karapyak, yang terletak di ujung selatan pulau jawa.kita bisa melihat pemandangan ke sebelah timur yaitu pulau nusakambangan, tempat para napi napi di situ berada. daaaaan aku punya gambar para pengunjung wisata pantai karapyak yang sedang munggahan....niiiih dia....